Pages

26 October 2013

Presiden SBY: Saya Korban Pers

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dirinya merupakan salah seorang korban pers. Namun begitu SBY juga berterimakasih kepada pers. Karena kritikan pers dia bisa melaksanakan tugasnya lebih baik dan menjadikan dirinya bertahan.

"Saya salah satu korban pers, tetapi sekaligus saya berterimakasih kepada pers," kata Presiden Yudhoyono saat memberikan sambutan dalam silaturahim dengan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) periode 2013-2015 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Menurut SBY, jika dirinya tidak dikritik, dikecam sejak hari pertama jadi Presiden, mungkin dia sudah jatuh. "Mungkin saya semau-maunya, mungkin gegabah dalam mengambil keputusan, mungkin kebijakan saya malah aneh-aneh, mungkin saya merasa wah saya bisa memimpin bisa berbuat apa saja, saya berterimakasih terhadap semua itu," ujar Presiden dihadapan Ketua PWI Pusat dan ketua PWI Cabang seluruh Indonesia.

Presiden mengungkapkan sejumlah kritikan. Diantara yang dikritik menyangkut berita-berita yang muncul karena sumber yang tidak jelas. Lalu penggunaan media sosial sebagai sumber berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Berita yang berbau fitnah, pers yang mengadili, serta banyak berita yang tidak melakukan cek silang.

Presiden memberi contoh salah satu di antaranya terkait dengan berita penunjukan Komjen Pol Sutarman untuk diusulkan sebagai pengganti Kapolri Timur Pradopo.

"Apa yang diberitakan, dibangun keadaan, atau isu, atau berita bahwa sebenarnya Komjen Sutarman itu tidak diusulkan oleh atasannya alias Kapolri, tetapi SBY dilobi oleh seseorang akhirnya munculah nama Sutarman," kata Presiden.

Berita tersebut muncul baik di media online, media elektronik, maupun media cetak. Berita tersebut dimuat dan diberitakan seusai Komjen Sutarman menjalani uji kelayakan dan kepatutan DPR yang konon DPR RI cenderung menyetujui usulan terhadap pengangkatan Komjen Sutarman itu.

"Itu berita yang dibangun. Padahal Komjen Sutarman diusulkan Kapolri dan Kompolnas," kata Presiden. (tim/zamrudtv.com)

No comments:

Post a Comment