Pages

13 April 2014

M Ridho-Herman HN Saling Kejar di Pilgub Lampung

HASIL hitung cepat yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consultant (SMRC) menyebutkan pasangan calon gubernur Lampung yang diusung Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, dan partai pendukung lainnya, M Ridho Ficardo-Bakhtiar Basri, meraih suara tertinggi yang mencapai 43,66%.

Informasi hasil pendataan yang dikumpulkan lembaga survei tersebut di Bandar Lampung, kemarin, sudah mencapai 100% dari sampling yang disebar pada 300 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Lampung.

Baca berita sebelumnya :
Pileg dan Pilgub Lampung Dilaksanakan Serentak

Jumlah suara tak sah dari sampel yang diambil lembaga tersebut mencapai 6%.
Berdasarkan data yang mereka rilis, pasangan calon lain yang diusung PAN dan parpol nonparlemen, Herman HN-Zainudin Hasan, memperoleh suara 32,94%, sedangkan pasangan yang diusung PDIP dan partai koalisinya, Berlian Tihang-Mukhlis Basri, memperoleh 15,7%.

Pasangan terakhir yang diusung Partai Golkar dan partai pengusung lainnya, Alzier Dianis Thabranie-Lukman Hakim, memperoleh 7,7%.
Hal yang berbeda justru disampaikan Pusat Studi Strategi dan Kebijakan (Pussbik) Lampung, seperti disampaikan Direktur Eksekutif Pussbik Lampung, Aryanto Yusuf.

Dalam rilis yang mereka keluarkan kepada wartawan dan diperbarui setiap jam, pasangan yang meraih suara terbanyak justru Herman HN-Zainudin Hasan nomor urut 3, yaitu 447.225 suara (46%) hingga pukul 12.30 WIB, dari 678 desa/kelurahan di Lampung dengan total suara masuk mencapai 979.828.

Rincian data versi Pussbik Lampung itu ialah Berlian Tihang-Mukhlis Basri 135.444 (14%), M Ridho Ficardo-Bakhtiar Basri 338.354 (34%), Herman HN-Zainudin Hasan 447.225 (46%), dan Alzier Dianis ThabranieLukman Hakim 58.805 (6%).

“Kami melihat ada upaya sistematis untuk membangun opini publik guna memenangkan cagub-cawagub tertentu. Pembangunan opini publik itu bisa menyesatkan dan pada praktiknya sangat janggal,“ kata Aryanto, Direktur Eksekutif Pusat Studi dan Strategi Kebijakan. (NV/Ant/P-1/Media Indonesia,11/04/2014, hal: 6)

No comments:

Post a Comment