Pages

02 September 2014

Legenda Bakso Lampung

Di Lampung, bakso identik dengan Sonhaji Sony. Kuahnya jernih, daging baksonya terasa betul, dan es krim kacang merahnya menutup sajian dengan sempurna. KETIKA menyusuri ruas-ruas jalan di Provinsi Lam pung, kami beberapa kali bertemu warung bakso dan mi ayam Sonhaji Sony dengan papan namanya yang besar, disertai keterangan banyak cabang warung di seantero Lampung.

Karena penasaran, kami pun menepi. Se pintas, penampilan semangkuk bakso di sana tak berbeda. Dalam satu porsi, terisi tujuh butir bakso ukuran sedang ditemani mi dan sayuran, kalau memang pelanggan meminta bakso campur.

Kuahnya bening dan tidak terlalu berminyak. Tanpa campuran saus ataupun sambal, kami pun meresapi kuah baksonya. Rasanya ringan, tetapi kaya rasa.

Di kedai Sonhaji Sony, tidak ada pilihan bakso berukuran besar. Opsi bakso isi telur. Namun, tunggu sampai menggigitnya, legit daging sapi terasa betul, teksturnya tidak terlalu kenyal.
“Di sini beda dengan bakso lain yang kebanyakan menggunakan aci,“ kata seorang pramusaji di warung yang di seantero Lampung, cabangnya sudah belasan.

Kami pun menjajal mi ayam bakso di sana. Ada sedikit perbedaan, yakni sentuhan akhir acar di atas mi ayamnya. Acar itu memberi ke segaran rasa asam kendati belum ditambahkan cuka. Namun, bila Anda tidak menggemarinya, pastikan meminta agar pesanan tidak diberi acar.

Satu lagi yang menarik perhatian kami, es krim kacang merah. Seorang anak sedang menunggu di muka mesin pembuat es krim dekat kasir, lalu berlalu dengan satu gelas dengan es krim mengerucut tinggi di atasnya. Warnanya merah muda lembut, serupa es krim stroberi.

Karena tergoda mencicipi, kami pun ikut memesan. Sebelum pelayan mengisi wadah dengan es krim, tampak ada bulirbulir kecokelatan di dasarnya. Rupanya selain memasukkanc ampuraneskrim , mereka memberikan ka cang merah di dalamnya gelasnya. Memakan es krim hingga habis lalu menemu kan butiran kacang merah menjadi kejutan menyenangkan, mengobati pela yanan yang terbilang lama di sini.
Myke Jeanneta asal Ban dung mengaku tak pernahbosan makan bakso Sonhaji Sony sejakmencobany adari 2003 lalu. “Itu oleholeh yang dinantikankalau ada yang dinas di Bandar Lampung,“akunya.
Ya, di sini, ada bakso dalam kemasan yang siap dibawa sebagai oleh-oleh. (M-3) Media Indonesia, 31/08/2014, hal 23

No comments:

Post a Comment